085-736-327-431

jl.raya Semarang-Tuban Ds.Sukolilo

Get Update on our recent Gadgets & Tabs

Rabu, 05 Oktober 2016

Mengenal Subnetting

Apa itu Subnetting ?


        Subnetting merupakan teknik pemecah network menjadi beberapa sub network yang lebih kecil.Subnetting hanya dapat dilakukan di IP Address kelas A, IP Address kelas B, dan IP Address kelas C. Dengan melakukan subnetting akan tercipta beberapa network tambahan , tetapi akan mengurangi maximum jumlah host yang ada dalam network tersebut.


Apa tujuan dari subnetting tersebut ?, berikut ini adalah tujuan dari melakukan subnetting :

    - Untuk mengatasi permasalahan perbedaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
    - Membagi satu kelas network atas sejumlah sub network dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian bagian yang lebih kecil.
    - Untuk meng efesienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan IP Address.
    - Meningkatkan scurity dan mengurangi terjadinya kongseti akibat terlalu banyak host dalam suatu network.


Untuk melakukan subnetting kita perlu untuk melakukan beberapa proses antara lain :

    -Menentukan jumlah sbnet yang dihasilkan oleh subnet mask.
    -Menentukan jumlah host per subnet.
    -Menentukan jumlah host yang valid.
    -Menentukan alamat boardcast tiap-tiap subnet.
    -Menentukan host-host yang valid tiap ttiap subnet.


         Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

         Konsep tersebut disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:

Sekarang kita masuk ke contoh pembahasan :
  • Sebelum ke Subnetting kita harus mengetahui terlebih dahulu IP Address,
    IP Address adalah Suatu bilangan yang terdiri dari 32bit yang terbagi menjadi 4 segmen (bagian) yang masing-masing segmen jumlahnya 8bit
    Bilangan IP Address dimulai dari 0-254
  • Di dalam IP Address terdapat 2 jenis bilangan, yaitu bilangan binner dan desimal
    • Bilangan biner yaitu bilangan yang terdiri dari 0 dan 1
    • Bilangan desimal yaitu bilangan yang terdiri dari 0-9 (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9)
  • IP Address terdiri dari Network ID dan Host ID
    Network ID = Alamat jaringan komputer(menurut saya seperti halnya Alamat Rumah)
    Host ID          = Alamat Host jaringan komputer(menurut saya seperti halnya No. rumah)
  • Karakteristik Kelas
    • kelas A = bit pertama dimulai dari angka 0-127
      Kelas A = terdiri dari 8bit untuk Network ID dan 24 untuk Host ID
    • Kelas B = bit pertama dimulai dari angka 128-191
      Kelas B = terdiri dari  16bit untuk Network ID dan 16bit untuk Host ID
    • Kelas C = bit pertama dimulai dari angka 192-223
      Kelas C = terdiri dari 8bit untuk Network ID dan 24bit untuk Host ID
  • Subnetting adalah Suatu cara untuk memperbanyak network dari suatu network ID yang telah kita miliki, misalkan kita mempunya 1 network ID, network ID tersebut dapat kita pecah menggunakan cara menghitung subnetting.
  • Perhitungan Subnetting di kelompokan menjadi beberapa kelas, yang saya tahu ada 3 kelas, yaitu kelas A, Kelas B, dan Kelas C
  • Subnet mask yang digunakan untuk subnetting
    255.128.0.0 / 9
    255.192.0.0 / 10
    255.224.0.0 / 11
    255.240.0.0 / 12
    255.248.0.0 / 13
    255.252.0.0 / 14
    255.254.0.0 / 15
    255.255.0.0 / 16
    255.255.128.0 / 17
    255.255.192.0 / 18
    255.255.224.0 / 19
    255.255.240.0 / 20
    255.255.248.0 / 21
    255.255.252.0 / 22
    255.255.254.0 / 23
    255.255.255.0 / 24
    255.255.255.128 / 25
    255.255.255.192 / 26
    255.255.255.224 / 27
    255.255.255.240 / 28
    255.255.255.248 / 29
    255.255.255.252 / 30
  • Rumus Umum Menghitung Subnetting :
    • Jumlah Subnet                              = 2 pangkat 32 - /
    • Jumlah Host Per Subnet               = (2 pangkat 32 - /) - 2
     
  • Contoh Perhitungan Subnetting Kelas C
    kita memiliki IP 192.168.1.2/24
    Tentukan
    :
    a. Network ID
    b. Jumlah Host Persubnet
    c. Broadcast
    d. Subnet mask

    Jawab :Diketahui : 192.168.1.2/24
    a. Network ID
        Sebelum mencari Network ID-nya kita harus mengetahui Jumlah Subnetnya terlebih dahulu
    - Jumlah Subnet = 2 pangkat 32 - 24
                                  2 pangkat 8 = 256
     Subnet dari 192.168.1.2/24 itu dimulai dari 192.168.1.0 - 192.168.1.255
    (karena IP tidak mencapai 256)
    Network ID = 192.168.1.0
    b. Jumlah Host Per subnet = (2 pangkat 32 - 24) -2
                                                = (2 pangkat 8) -2
                                                = 256 -  2
                                                = 254
    c. Broadcast = adalah IP terakhir dari suatu network
        jadi broadcastnya 192.168.1.255
    d. Subnet mask = /24 yaitu 255.255.255.0 (dapat dihitung memakai konvensi bilangan desimal ke binner)

pengertian dan pembelajaran protokol

Pengertian TCP/IP:

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack

Pengertian Protokol :

Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. 

Fungsi Protokol:

Secara umum, fungsi protokol adalah sebagai penghubung dalam komunikasi data sehingga proses penukaran data bisa berjalan dengan baik dan benar.
Secara khusus, protokol punya fungsi khusus juga lho…
fungsi protokol adalah sebagai berikut : 
a. Fragmentasi dan Re-assembly
    Pembagian informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data dari sisi
    pengirim. Jika telah sampai di penerima, paket data tersebut akan
    digabungkan menjadi paket berita yang lengkap. 
b. Enkapsulasi
     Enkapsulasi (Encaptulation) adalah proses pengiriman data yang dilengkapi
     dengan alamat, kode-kode koreksi, dan lain-lain.
c. Kontrol Konektivitas
    Membangun hubungan komunikasi berupa pengiriman data dan mengakhiri
    hubungan dari pengirim ke penerima. 
d. Flow Control
    Fungsi dari Flow Control adalah sebagai pengatur jalannya data dari
    pengirim ke penerima. 
e. Error Control
     Tugasnya adalah mengontrol terjadinya kesalahan sewaktu data dikirimkan. f. Pelayanan Transmisi
    Fungsinya adalah memberikan pelayanan komunikasi data yang berhubungan
    dengan prioritas dan keamanan data.

Jenis-jenis Protokol :

Protokol juga punya banyak anak lhoo… eh, maksudnya punya banyak jenis! Beberapa jenis protokol yang umum digunakan dalam sebuah komputer adalah sebagai berikut :
a. NetBeui Frame Protocol
b. NetBIOS
c. NWLink
d. IPX/SPX
e. TCP/IP
f. Subnet mask
Dari sekian jenis protokol tersebut, yang paling poluler adalah TCP/IP. Oleh karena itu, yang akan kita bahas adalah TCP/IP saja. Kalau dibahas semua nanti layarnya nggak cukup!!!
TCP/IP merupakan kumpulan protokol yang masing-masing bertanggungjawab atas bagian-bagian tertentu jadi mereka sangat bertanggung jawab yaa… artinya (protokol yang satu tidak perlu mengetahui cara kerja protokol lainnya dalam proses pengiriman dan penerimaan data). Protokol TCP/IP sangat populer dan paling mudah diaplikasikan pada semua jenis komputer dan antarmuka jaringan.

teknik mengcrimping kabel utp

Assalamualaikum wr.wb
Bismillahirohmanirrohim

Kali ini saya akan membagi ilmu yang sudah di ajarkan kepada saya yaitu adalah apa itu kabel UTP dan Teknik mengcrimping kabel dengan baik dan benar.

A .Pengertian
Kabel UTP atau kabel unshielded twisted pair adalah kabel yang biasa digunakan untuk membuat jaringan atau network komputer berupa kabel yang didalamnya berisi empat (4) pasang kabel. Kabel Twisted Pair Cable ini ada dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.

Dan untuk Pemasangan kabel itu sendiri terdapat dua jenis pemasangan yaitu pemasangan secara "STRAIGHT" dan "CROSS"

A.Kabel Straight
    Kabel straight adalah kabel yang pemasangan antar ujung  1 dan ujung 2
     sama.
     berikut gambar kabel straight.
      rozakfitrio774.blogspot.co.id 
Kabel Straight digunakan untuk menghubungkan suatu perangkat dengan jenis berbeda, contohnya yaitu:

  • menghubungkan antara komputer dengan switch
  • menghubungkan antara switch dengan router
  • dan lain sebagainya
  • tapi kali ini untuk menyambung kan perang kat yang berbeda maupun sama menggunakan kabel straight itu bisa
 untuk menbuat kabel straight di perlukan 
 alat dan bahan sebagai berikut:

  • kabel UTP
  •  

     
  • konektor RJ-45
 
  • tang crimping
Gambar GoldTool Tang Crimping Tool TTK-718 - Kuning
  • Lan Tester RJ-45 dan RJ-11
rozakfitrio774.blogspot.com 
 sebelum masuk ke pembuatan atau pengcrimpingan kabel straight saya akan membagikan urutan pasang kabel straight.
- Orange Putih = OP
- Orange = O
- Hijau Putih = HP
- Biru = B
- Biru Putih = BP
- Hijau = H
- Coklat Putih = CP
- Coklat = C




  Langkah - langkah mengcrimping kabel straight.


1. pertama bagian ujung kabel utp(saran saya pengupasannya agak panjang,
    kira-kira 5cm) ini dimaksudkan untuk mempermudah pengurutan kabel.
   <pengupasan kabel dapat di lakukan dengan fasilitan tang krimping>


2.Urutkan kabel(menurut saran saya)
    • pertama, urutkan kabel yang masih default,
      (OP,O) ditempatkan paling kiri
      (CP,C) ditempatkan paling kanan
      (HP,H) ditempatkan sebelah kanan (OP,O)
      (BP,B) ditempatkan sebelah kiri (CP,C)
      jika sudah, luruskan kabel.nya per pasang
    • kedua, pisahkan kabel yang berpasangan menjadi sendirian. kemudian luruskan lagi
    • ketiga, urutkan kabel yang tepat,
    • pegang kabel yang sudah urut dengan tangan kanan(jangan dilepas sampai kabel dimasukan ke konektor)
    • potong kabel yang sudah urut tersebut dengan tang crimping ( kira-kira 2cm)
    • ambil konektor lalu masukan kabel tersebut kedalam konektor seperti gambar dibawah ini
    • pastikan urutan kabel dan pemasangan sudah benar(kabel tidak ada yang kurang masuk)
    • jika sudah yakin, kancingkan konektor dengan kabel(masukan konektor yang sudah dimasukan tadi kedalam tang crimping) lepaskan kabel dari tangan dan pegang tang krimping dengan kedua tangan dan kancingkan(tekan tang crimping dengan kuat)
    • jika sudah, lakukan pada ujung kabel yang satunya.

    3. Jika semua hal yang diatas telah selesai, tes kabel dengan LAN tester
        Rj-45 jika dalam tes tersebut indikator pada LAN tester nyala semua
        (no1-8) maka kabel tersebut sudah benar) dan jika indikator pada LAN
        tester tidak nyala dengan benar(tidak hidup/ urutan salah) maka cek
        kabel lagi, dan ulangi lagi.

    B.Kabel cross
      Untuk kabel cross kali ini saya belum begitu paham, mungkin di lain waktu saya akan mempostingnya lagi.


    itulah yang saya ketahui
    semoga bermanfaat
    terimakasih.

    Alhamdulillah hirobill alamin
    wassallamualaikum wr.wb

pengenalan dan materi OSI layer

OSI Layer ( Open Systems Interconnection )

Apa itu OSI Layer?Apa latar belakang dibuatnya OSI?Apa manfaat OSI itu? Perlu dipahami terlebih dahulu supaya tidak bingung dalam memahami peralatan jaringan apa saja yang bekerja di setiap layer tersebut. Oke langsung saja
Latar Belakang OSI?

 Kebutuhan akan interkoneksi antar komputer
• Standarisasi kompatibelitas vendor-vendor h/w
• 1970an Internasional Organization for Standarization (ISO) membuat
   Referensi Open Systems Interconnection (OSI) untuk kebutuhan kompatibelitas
   dan s/w. Membuat suatu standar agar produk dengan vendor berbeda dapat
   saling berkomunikasi.

Kenapa Peralatan Jaringan Perlu dibakukan/standarisasi?

   OSI Model = model atau acuan arsitektural utama untuk network yang men deskripsi kan bagaimana data dan informasi network di komunikasikan dari sebuah aplikasi komputer ke aplikasi komputer lain melalui sebuah media transmisi.
• Untuk mempermudah pengertian, penggunaan, desain, pengolahan data dan keseragaman standar vendor
• OSI bukan suatu h/w melainkan panduan bagi vendor agar devicesnya dapat berjalan di jaringan.
Manfaat OSI ?


- Membuat peralatan vendor yang berbeda dapat saling bekerjasama
– Membuat stadarisasi yang didapat dipakai vendor untuk mengurangi
   kerumitan Manfaat perancangan
– Standarisasi interfaces
– Modular enginneering
– Kerjasama dan komunikasi teknologi yang berbeda
– Memudahkan pelatihan networking



7 tingkatan OSI layer
  
Lower Layer:

  1. Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit juga, dan bukan 0 bit. Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah lapisan fisik.
  2. Data Link Layer berfungsi sebagai pentransmisi data dengan memungkinkan pengirim memecah mecah data input menjadi sebuah frame yang jumlahnya biasa ratusan maupun ribuan. Lalu barulah ditransmisikan secara berurutan dan memprosesnya kembali di penerima. Biasanya Guru ane bertanya, ” Apa yang menyebabkan ketika data itu dipecah – pecah dapat ditau kapan pengiriman data terakhir datang ? ” Hayoo ada yang bisa menjawab . Adapun fungsi umum dari Data Link Layer ini sebagai Framing, Physical Addressing, Flow Control, Erorr Control, Communication Control.
  3. Network Layer berfungsi sebagai pengendalian operasi subnet dimana ini menentuka rute pengiriman paket dari sumber ke tujuan, serta mengendalikan kemacetan juga loh. Ibaratnya nih, Network LayerNetwork layer ini sebagai polisi lalu lintas loh. Sehingga memungkinkan jaringan-jaringan yang berbeda seperti protocol yang berbeda, pengalamatan dan Arsitektur jaringan yang berbeda untuk saling terinterkoneksi. Tugas utama seorang Network Layer yaitu Local Addressing dan Routing.
  4. Transport Layer berfungsi sebagai menerima data dari session Layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke Network Layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi Layer-Layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.
Upper Layer ( Aplikasi-misal Browser Internet )

5. Session Layer berfungsi sebagai pemberi ijin para pengguna untuk
menetapkan session dengan pengguna lainnya Sebuah session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh Transport Layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu mesin kemesin lainnya. 

6. Presentation Layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Pressentation Layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. presentation Layer memperhatikan syntax dan semantik informasi yang dikirimkan contoh layanan pressentation adalah encoding data. 

7. Application Layer berfungsi untuk menentukan terminal virtual jaringan abstrak, serhingga editor dan program-program lainnya dapat ditulis agar saling bersesuaian. Untuk menangani setiap jenis terminal, satu bagian software harus ditulis untuk memetakan fungsi terminal virtual jaringan ke terminal sebenarnya. Fungsi Application Layer lainnya adalah pemindahan file. Sistem file yang satu dengan yang lainnya memiliki konvensi penamaan yang berbeda, cara menyatakan baris-baris teks yang berbeda, dan sebagainya. Perpindahan file dari sebuah sistem ke sistem lainnya yang berbeda memerlukan penanganan untuk mengatasi adanya ketidak-kompatibelan ini.
Hey, 'please follow my blog at this link. You' - https://rozak774.blogspot.com
Join Our Newsletter