085-736-327-431

jl.raya Semarang-Tuban Ds.Sukolilo

Get Update on our recent Gadgets & Tabs

Kamis, 13 Oktober 2016

Managenent Bandwidth mengunakan simple Queue

Assalamualaikum wr.wb

teman teman kali ini saya akan membagi ilmu memanagement bandwith dengan mengunakan simple Queue untuk mencegah penggunaan bandwith yang berlebihan dan untuk membagi bandwith secara rata untuk para client.

Latar Belakang
Simple Queue adalah salah satu cara untuk melimit bandwidth pada Mikrotik dengan jaringan skala kecil-menengah.

Pengertian

Manajemen bandwidth adalah proses mengukur dan mengendalikan komunikasi (lalu lintas, paket) pada link jaringan, untuk menghindari mengisi link ke kapasitas atau overfilling link, yang akan menghasilkan kemacetan jaringan dan kinerja yang buruk dari jaringan. manajemen bandwidth diukur dalam bit per detik (bit / s) atau byte per detik (B / s).
Ada dua macam queue pada mikrotik :
1. Simple Queue : merupakan cara termudah untuk melakukan management bandwidth yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk mengatur pemakaian bandwidth upload dan download tiap user.
2. Queue Tree : untuk mengimplementasikan fungsi yang lebih komplex dalam limit bandwidth pada mikrotik dimana penggunaan packet mark nya memiliki fungsi yang lebih baik. Digunakan untuk membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun upload. Secara umum Queue Tree ini tidak terlihat berbeda dari Simple Queue. 

Maksud dan Tujuan
Melimit bandwidth setiap user

Alat dan Bahan
  • Routerboard mikrotik yang telah di setting Hotspot
  • PC
  • Aplikasi Winbox
Jangka waktu pengerjaan
Waktu yang saya butuhkan kurang lebih 30 menit.

Tahapan Pelaksanaan
1. Pertama bukalah aplikasi winbox kemudian masuk ke aplikasi settingan mikrotik.

2. Kemudian klik Queues>Simple Queues>Add (+)

3. Maka akan muncul tampilan seperti ini. Tuliskan IP yang akan dilimit pada Target lalu masukan bandwidth semisal 256k pada Target uploa (Kapasitas Bandwidth untuk upload) dan 768k pada Target Downloa (Kapasitas Bandwidth untuk Download) kemudian klik Apply lalu Ok untuk menyimpan.






4. Jika berhasil maka akan muncul settingan Limit Bandwidth yang telah kita lakukan tadi.

Hasil dan Kesimpulan
Setelah kita setting Limit Bandwidth dengan Simple Queue maka IP 192.168.21.6 akan mendapatkan kapasitas upload 256kbps dan downloadnya 768kbps. Simple Queue diterapkan pada jaringan dengan skala kecil-menengah karena admin harus memasukan satu persatu ip untuk dilimit. Jadi saran saya jika anda menggunakan jaringan skala yang besar maka jangan gunakan simple queue untuk melimit bandwidth.

Referensi 
http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=53

Blokir situs dan file extension dengan web proxy pada mikrotik

Assalamulaikum wr.wb

hai. kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana cara memblock situs atau web menggunakan web proxy pada mikrotik.

Latar Belakang :
Latar belakang saya melakukan hal ini karena saya ingin belajar bagaimana cara memblock situs yang sedang di akses dengan web proxy pada mikrotik.

Tujuan :

Untuk memblock situs atau web

berikut adalah langkah-langkahnya :

Blokir Website & File Extention Dengan Web Proxy

by Rozak akhbar

Sebagai pengguna teknologi informasi, tidak asing bagi kita dengan istilah “proxy”. Secara umum arti dari proxy adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainnya untuk melakukan request terhadap content dari Internet atau intranet. Dengan kata lain proxy merupakan sebuah media keamanan bagi akses jaringan internet kita.
Terdapat beberapa macam tipe proxy, diantaranya SSL Proxy, Web Proxy, Intercepting Proxy, Reverse Proxy, dll. Setiap tipe proxy memiliki fungsi masing-masing. Nah, kali ini kita akan membahas salah satu proxy yang merupakan fitur dari RouterOS MikroTik, yaituWeb Proxy.

Dalam pembahasan ini kita akan menekankan bagaimana cara melakukan pemblokiran website menggunakan “Web Proxy Access”. Contoh kasus, kita akan memblokir akses internet dari client ke www.playboy.com 

 

Aktifkan web-proxy 
Pertama, aktifkan terlebih dulu service dari web-proxy pada MikroTik dengan pengaturan pad menu IP -> Web Proxy. 

 

Centang pilihan Enable, dan tentukan pada port berapa proxy bekerja. By default web-proxy akan bekerja pada port 8080. 


Sampai langkah ini, web-proxy pada Router Mikrotik sudah aktif sebagai Regular HTTP Proxy. Dengan kata lain jika PC Client ingin menggunakan service proxy ini, maka harus disetting secara manual pada web browser masing-masing client dengan menunjuk ip-mikrotik port 8080. 
Agar tidak perlu setting web-browser client satu per satu, ubah web-proxy Mikrotik agar berfungsi sebagai Transparent Proxy. Implementasinya, gunakan fitur NAT untuk membelokan semua traffic browsing HTTP (tcp 80) yang berasal dari client ke fitur internal web-proxy yang sudah diaktifkan sebelumnya. 
Untuk membuatnya masuk pada menu IP->Firewall->NAT->Klik “+”.


Selanjutnya, karena semua traffic HTTP dari client sudah masuk ke web-proxy, maka bisa dilakukan manajemen. Salah satunya adalah melakukan blocking akses client ke website tertentu.
Block Website 
Untuk melakukan block akses client ke website tertentu dapat dilakukan pada menuWebproxy -> Access


Tambahkan rule web-proxy access baru. Dalam contoh ini, client tidak diperbolehkan akses ke www.playboy.com


Definisikan website yang akan diblock pada parameter dst-host dengan action=deny. 
Jika  diperhatikan, penulisan dst-host tidak menggunakan alamat website lengkap akan tetapi menggunakan tanda bintang (*) di depan dan belakang nama/alamat website. Tanda * dimaksudkan sebagai wildcard untuk menggantikan semua karakter. Dengan ditambahkan wildcard, traffic client yang menuju ke website yang URL-nya terdapat kata"playboy" akan diblock. 

Coba browsing ke alamat www.playboy.com , maka secara otomatis Web-Proxy MikroTik akan melakukan pemblokiran terhadap website tersebut dan menampilkan pesan error pada browser client.

 

Block & Redirect Website 
Kita juga bisa memodifikasi rule-nya dengan me-redirect ke situs lain. Misalnya ketika ada Client yang mengakses www.playboy.com maka akan langsung dialihkan (redirect) ke www.mikrotik.co.id

 

Block File extention 
Selain bisa melakukan blocking berdasarkan nama domain/URL , web-proxy Mikrotik juga dapat melakukan pemblokiran berdasarkan extention file yang ada pada sebuah halaman web. 

Kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan blocking traffic client yang akan melakukan download untuk extention file tertentu, misal .iso, .exe, .zip, dsb. 


Jika blocking URL didefinisikan pada parameter dst-host, pemblokiran file extention dapat didefinisikan pada parameter Path dengan action=deny. Gunakan wildcard (*) untuk menggantikan semua karakter di depan dan belakang file extention.

Sama halnya dengan Firewall Filter, NAT, Simple Queue, dsb, rule web-proxy access akan dibaca secara berurutan mulai dari rule no. 0. 

Penyimpanan Cache Proxy
Disamping fungsi filtering, web-proxy juga dapat digunakan untuk penyimpanan object cache. Content pada sebuah website akan disimpan dan diberikan kembali ke client jika ada yang melakukan akses pada object/content yang sama, sehingga tidak perlu langsung mengambil dari internet dan menggunakan bandwidth. 


Definisikan kapasitas storage yang digunakan untuk penyimpanan cache pada parameter Max-Cache-Size. Centang opsi Cache-On-Disk agar cache disimpan pada storage Router. 

Konsep penyimpanan cache akan lebih baik diterapkan jika Router mempunyai storage tambahan, sehingga cache tidak disimpan pada system disk. 

Referensi :

semoga bermanfaat buat kawan kawan 
terimakasih telah berkunjung 

wassalamualaikum wr.wb
Hey, 'please follow my blog at this link. You' - https://rozak774.blogspot.com
Join Our Newsletter