nah teman kali ini saya akan berbagi sedikit tentang apa yang saya lakukan nah maka dari itu mari lagsung saja kita ke topik pembahasan
let's Chek it out
Pengertian
Routing statis adalah bentuk routing yang yang terjadi ketika router menggunakan routing yang manual-dikonfigurasi, bukan informasi dari lalu lintas routing dinamis. Dalam banyak kasus, rute statis secara manual dikonfigurasi oleh administrator jaringan dengan menambahkan entri ke dalam tabel routing , meskipun ini mungkin tidak selalu menjadi kasus. Tidak seperti routing dinamis , rute statis tetap dan tidak berubah jika jaringan berubah atau ulang. Routing statis dan routing dinamis tidak saling eksklusif. Kedua routing dinamis dan routing statis biasanya digunakan pada router untuk memaksimalkan efisiensi routing yang dan untuk memberikan backup dalam hal informasi routing dinamis gagal untuk ditukar. Routing statis juga dapat digunakan dalam jaringan stub , atau untuk memberikan gateway terakhir
Latar Belakang
Saya
memilih routing statik dalam sebuah jaringan
lokal yang kecil ini karena bukanlah suatu masalah
jika hanya memasukkan beberapa entri yang perlu
diisikan pada forwarding table di setiap router dan
sebagai bahan praktek pembelajaran.
Maksud dan TujuanRouting static lebih mudah dioperasikan pada jaringan lokal yang kecil karena kita hanya memasukkan beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding tabel disetiap router dan ini juga sebagai bahan praktek pembelajaran.
Alat dan Bahan
- 2 buah MikroTIK
- 4 buah Kabel Straight
- 2 buah Laptop client
- apl winbox
Jangka waktu pelaksanaan
jangka waktu pelaksanaa nya saya melakukan nya dengan pemahaman dan pengulangan nya selama 2-3 jam untuk pemahaman dan pengulangan pembelajarnya
Langlah kerja
1. pertama adalah masuklah pada interfaces pada mikrotik dan ubah nama identitas setiap Ethernet agar tidak mengalami kesalahan ketika konfigurasi. Pada contoh topologi diatas saya memberikan menandai Ether 1 ke laptop client sedangkan Ether 2 ke Router B.

2. Masuk ke Menu IP > Address List > [+] untuk memberikan alamat Address disetiap Ether-nya (contoh pada topologi).
Agar antara PC client router A dan client router B dapat saling berkomunikasi, maka anda harus menambahkan routing static pada masing-masing router sebagai penghubung keduanya. Berikut untuk Router A
3. Masuk ke Menu IP > Routes > [+], kemudian isikan.
Dst. Address 0.0.0.0/0 Gateway 192.168.2.2
4.
Masukkan network untuk jalur ke client router B
Dst. Address 192.168.3.0/24 =====> network dari client router B
5. Pastikan konfigurasi yang telah anda masukkan tadi "reachable ether 2" (seperti pada gambar).
Jika konfigurasi pada Router A telah anda lakukan, kemudian settinglah pada router B.
ROUTER B
1. Langkah pertama sama seperti ketika
menyetting router A, yaitu menandai (memberi identitas) setiap ether
yang terhubung dengan kabel.
2. Isikan IP Addressnya sesuai topologi anda.
Berikut proses membuat routing static pada Router B
3. Masukkan IP Address dari Client router A (sesuai topologi).
Dst. Address 192.168.1.1 Gateway 192.168.2.1
4. Kemudian untuk Dst. Address ini silahka pilih default saja sesuai dengan router A yang sudah anda
setting Dst. Address 0.0.0.0/0 Gateway 192.168.2.1
5. Jika dalam memberikan IP Routes sukses maka akan "reachable",
namun jika gagal akan "unreachable".
Hasil dan kesimpulanhasilnya adalah konfigurasi ini dapat dengan benar dan senua pengecekan nya berjalan dengan baik
kesimpulan adalah pada waktu kita konfigurasi kita perlu teliti dan perlu untuk mengulang sampai faham dan berhasil
Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Static_routing
https://mikrotikindo.blogspot.co.id/2013/05/contoh-seting-routing-statik-pada.html







